This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 06 Oktober 2008

Ngitung- ngtung-ngitung-ngitung..............

lagi enak ngitung duit eeeeeeeeeeeeee```````, keingat ngitung umur dech yang susut setiap harinya, trus kucoba hitung brapa saldo umurku, ternyata sisa saldo umurku sudah tinggal sedikit masaku semakin sempit dan terjepit. datik2 yang berlalu terus menerus memperpedek rentang usiaku, sedangkan nafsu angkara murka sudah memperdaya aku untuk selalu berbesar hatiterbanting lagi aku dalam hitung-hitungan perlipur iseng, terbata-bata aku mulai mencoba hitung rugi diri ku. sejak mula aku bernafas sudah berapa banyak udara yang ku hirup, air yang telah kuminum ribuan priyuk nasi yang telah ku makan sudah berapa lama waktu ku tidur dan waktu ku terbangun.sibuk!!!! sibuk sekali aku menghitung-hitung diri, dalam kusyuk penghitungan itu, aku tersentak ketika tiba pada suatu kesimpulan, jagad raya inijuga ada dalam hitung -hitunganya, ya ALLAH, telah kau perhitukansungguh mustahil aku sanggup menghitung berapa jumlah pasir satu karung dan daun se hutan, air sekolam, terkutuklah aku. yang kian menyusut bercampur takut ini ogah menghitung - hitung diri.sementara diluarku. entah berapa jumlah orang yang sedang gila. orang yang putus asa orang yang sedang berdendang, orang yang senang berperang, orang yang luput jadi orang, biarlah sejenak aku terlarut menghitung diri.
YA Allah

ya Allah
inilah Sujudku dibulan ramadhan
kening malam yang nyaman
oleh angin yang kau turunkan

ya Allah
inilah airmata rindu dibulan ramadhan
mengalir untuk mu
saat mesjid diserbu kelam
saat alam mulai diam

ya Allah
inilah sujudku di bulan Ramadhan
sujud seorang Hamba yang gembira di bumimu
membawa bebab beribu keluh
ingin berlindung padamu
mohon ampun pada mu
dibulan penuh ampunan

ya Allah
bagai besi dibakar
lalu di tempa
begitulah Aku terbakar
menempa diri
untuk sampai idul fitri.

Minggu, 05 Oktober 2008

senyum


senyum adalah istirahat bagi yang lelah, sinar bagi yang kecewa, matahari bagi yang sedih penangkal kesulitan yang terbaik.

senyum memang selalu indah ketika senyuman itu dikeluarkan dengan ke iklhasan di hati, senyum selalu menyejukkan baik utuk orang yang senyum mo pun yang disekelilingnya. apalagi ini hari lebaran, satu bulan mukakaya jeruk perut, sekarang saatnya senyum, he2k, ya kan

Pernahkah anda berada di sebuah ruang tunggu bersama orang-orang yang tidak saling kenal? Tentu membosankan bukan? Karena diantara anda maupun yang lainnya akan enggan untuk berbincang-bincang. Pekerjaan menunggu sangat menjemukan dan terkadang menegangkan, apa lagi dilalui dengan berdiam diri. Lain halnya jika sembari menunggu kita berinteraksi dengan orang-orang sekitar, bisa jadi jika pembicaraannya menarik, menunggu akan terasa lebih menyenangkan. Yang jadi permasalahannya adalah, “bagaimana cara kita memecah kebekuan diantara orang-orang tersebut”. Sebetulnya anda bisa memulai dengan melontarkan senyum pada seorang yang duduk di sebelah atau yang berhadapan langsung dengan anda. Dengan begitu orang tersebut kemungkinan besar akan membalas senyum anda. Kalau sudah begitu anda bisa langsung mulai dengan sebuah pertanyaan ringan seperti : apa kabar? Atau maaf jam berapa sekarang? Dan selanjutnya terserah anda.

Seorang psikolog di Universitas Michigan bernama Prof. James V. McConnell mengatakan bahwa, “Orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual dengan lebih efektif, serta mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia. Ada jauh lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerut di kening. Karena senyum itulah yang mendorong semangat, alat pengajar yang jauh lebih efektif daripada hukuman.”

Sahabat saya pernah berkata, “saat anda akan memulai sebuah presentasi, mulailah dengan senyuman lebar, karena hal itu dapat mengurangi rasa takut/gerogi.” Saya selalu mengingat kata-kata tersebut. Pada waktu itu untuk pertama kalinya saya akan melakukan presentasi dalam sebuah seminar bisnis. Mengingat banyaknya jumlah peserta yang hadir, rasa gerogi benar-benar telah menciutkan nyali saya. Namun setelah sahabat saya berkata seperti itu, saya seakan mendapat angin segar. Saya pun mengikuti apa yang ia sarankan, dan bisa tampil penuh percaya diri. Ternyata sebuah senyuman lebar mampu merilekskan pikiran yang tegang.

Kamis, 25 September 2008

free ebook